MITOLOGI LEAK BALI

 Nama : DITA PRAYOGA

NIM : 43219015

Prodi / Semester : Ilmu Komunikasi / 3

Mata Kuliah : Komunikasi Lintas Budaya

Dosen Pengampu : Ery Fajarwaty, S.S., M.A



MITOLOGI LEAK BALI

Didalam mitologi Bali leak digambarkan sebagai penyihir yang jahat. Kata “Leak” sendiri berasal dari dua kata yaitu Le yang artinya penyihir dan Ak yang artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat pada malam hari karena waktu siang hari leak berubah menjadi seorang manusia biasa. Pada malam hari biasanya leak berada di kuburan untuk mencari organ dalam tubuh manusia yang akan ia jadikan sebagai ramuan, ramuan tersebut yang dapat mengubah ia sebagai bentuk jelmaan seekor harimau, kera, babi atau bentuk seperti Rangda. 

Leak memiliki perilaku yang kanibalisme (memakan manusia) hal ini daigambarkan pada saat malam hari ia suka mencari wanita hamil untuk menghisap darah bayi yang berada didalam perut ibunya leak juga suka menghisap darah bayi yang baru lahir dengan maksud atau tujuan untuk menambah kekuatan magicnya.


LEGENDA LEAK BALI

Kisah tentang leak calonara muncul di masa pemerintahan perabu Erlangga. Pada abad ke 11 M, dikisahkan sepasang suami istri yang hidup rukun dan dikarunia seorang putri yang sangat cantik. Sang suami merupakan seorang pendeta suci beliau juga memiliki beberapa lontar yang berisi ilmu yang berisi ilmu kesaktian,sampai suatu ketika sang pendeta pergi ke suatu hutan meninggalkan istri dan anaknya. Sang istri yang bernama mencari Calon Arang lontar kesaktian deangan maksud perlindungan diri,karna sangat tekun dalam mempelajari lontar akhirnya ia pun mendapat penugrahan kesaktian dari dewi durga. Tanpa terasa beberapa tahun pun berlalu, kesaktian Calon Arang tersebar sampai ke pelosok desa. Ia memiki beberapa seorang murid yang mewarisi kesaktiannya, murid-muridnya semua perempuan, diantaranya ada empat murid yang tergolong ilmunya tingkat senior antara lain : Nyi Larung, Nyi Reda, Nyi lenthi, Nyi Sedakse. Namun yang sangat disayangkan, tanpa dia sadari ilmu kesaktian yang dipelajari berubah sifat-sifatnya ia menjadi lebih mudah marah. 

Anak perempuannya yang bernama Ratna Manggali sudah beranjak dewasa, namun tidak ada satupun pemuda desa yang berani melamarnya. Tidak beraniaan pemuda-pemuda itu dikarenakan kesaktian Calon Arang, mengetahui hal ini Calon Arang kecewa dan marah. Atas kejadian tidak ada pemuda-pemuda yang berani melamar anaknya kemudian Calon Arang melakukan ritual yaitu menurunkan wabah penyakit ke seluruh warga desa yang dibantu oleh murid-muridnya dan siapa saja yang terkena penyakit kutukan pasti akan meninggal dunia.

Korban pun berjatuhan karena kemarahan Calon Arang, banyak korban yang membuat raja Airlangga berpikir jalan keluarnya, salah satunya adalah dikirim bala tentara untuk menupas Calon Arang, usaha itupun gagal rupanya Calon Arang terlalu sakti serangan itu malah membuat Calon Arang semakin menjadi-jad, tidak ada seorangpun yang mampu melawan Calon Arang, hingga sang raja Airlangga menemui Empu Barada yaitu salah satu penasihat kerajaan. Prabu Airlangga pun meminta cara agar bisa mengalahkan Calon Arang. Salah satu strategi yang dilakukan Empu Barada yaitu mengawinkan muridnya yang bernama Empu Bahula dengan Ratna Manggali.

Dikisahkan bahwa, lamaran pun diterima oleh Calon Arang lalu kawinlah Bahula dengan Ratna Manggali dan tinggallah Bahula di rumah mertuanya, dari Ratna Manggali Bahula pun tahu bahwa Calon Arang selalu membaca lontar dengan setiap malam melakukan ritual angker yakni kekuburan. Setelah beberapa lama tinggal di rumah mertua Bahula akhirnya mendapatkan banyak informasi soal ritual yang dilakukan oleh Calon Arang. Bahula juga berhasil mengambil dan menunjukkan lontar sakti kepada Empu Barada kemudian setelah dibaca dan berhasil mempelajarinya akhirnya Empu Barada menyerahkan Empu Bahula untuk kembali kerumah mertuanya sebelum diketahui mencuri lontarnya.

Saat itu Empu Barada juga menyusul ke Ghirah, ia juga menyembuhkan beberapa orang yang terkena kutukan dari Calon Arang hingga akhirnya bertemulah Empu Barada dengan Calon Arang di daerah Ghirah. Empu Barada memperingatkan Calon Arang untuk menghentikan kutukannya yang mengakibatkan kesengsaraan yang diderita oleh rakyat. Sebenarnya sata itu Calon Arang sudah bersedia menuruti Barada asal ia diruwat oleh Barada untuk melebur dosa-dosanya, namun Empu Barada tidak mau meruatnya karena dosa Calon Arang terlalu besar dan terjadilah pertengkaran Calon Arang membunuh Barada dengan menyemburkan api yang dikeluarkan dari matanya, Empu Barada lebih sakti dan sebaliknya Calon Arang mati dalam keadaan berdiri. Murid-murid yang melarikan diri ke Bali menuliskan ilmu pengleakannya kepada kitab lontar dan membuatnya dalam empat kitab yaitu Lontar Campebra, Lontar Sampiat emas, Lontar Tanding Emas, dan Lontar Jung Biru. Diakhir cerita, Calon Arang dihidupkan lagi Empu Barada untuk diajarkan kebenaran agar bisa mencapai Moksha.


MITOS LEAK

Menurut kepercayaan orang bali leak bali memiliki tiga jenis yaitu dua perempuan dan satu laki-laki. Biasanya leak ditemukan di pemakaman dan ia selalu memakan mayat serta dapat mengubah dirinya menjadi wujud binatang dan bola api. Dan bahkan bisa menjadi raksaksa gundul yang memiliki lidah panjang dan taring yang besar.

Mitos yang terkenal dalam cerita leak bali ini,adalah apabila seseorang menusuk leher leak dari bawah ke arah kepala sampai terpisah dari tubuhnya,maka ia tidak dapat menyatukan tubuhnya dan juga kepalanya terpisah dalam waktu jangka terentu leak akan mati.

Leak bali pada malam hari leak berubah menjadi sosok yang menyeramkan seperti roh jahat yang akan terbang di sekitar. Leak nama sebutan sendiri seperti leak bali sanur. Di tabanan terdapat satu pura yang brisikan patung-patung leak banyak orang yang mengatakan bahwa itu leak bali tabanan selain itu ada juga leak bali karang asem.

Namun dibalik kisah yang mengerikan tersebut leak bali menjadi daya tarik tersendiri wisatawan domestik atau mancanegara karna meniliki unsur budaya yang identik dengan masyarakat bali. Topeng leak bali juga dibuat sebagai cindra mata khas bali untuk para wisatawan yang datang. Wisatawan yang datng ke bali juga bisa menonton seni tari leak bali. Ini menjadi salah satu kekayaan budaya yang ada di Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA

Atmaja, Jiwa. 2003, Penangkal Cetik. Denpasar: Cv Bali Media Andhikarsa.

Kardi, I wayan . 2000. Ilmu Hitam dari Bali. Denpasar: Cv. Bali Media Adhikarsa.

Suteja, I Wayan. 1984. Aspek Sosial dalam Geguritan Dukuh Suladri Karya Gora Sirikan, Skripsi sarjana Sastra Bali. Denpasar : Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBATASAN ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA (DI SARAWAK MALAYSIA DAN ENTIKONG DI KALIMANTAN BARAT)

Tugas Studi Ekskursi Dita Prayoga

Revisian Media Ini Bumiayu