PERBATASAN ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA (DI SARAWAK MALAYSIA DAN ENTIKONG DI KALIMANTAN BARAT)

 KOMPARASI TENTANG PERBATASAN ANTARA  INDONESIA DAN MALAYSIA (DI SARAWAK MALAYSIA DAN ENTIKONG DI KALIMANTAN BARAT)



Disusun untuk Memenuhi Tugas UTS Komunikasi internasional



Oleh

DITA PRAYOGA

NIM 43219015




PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI  

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS PERADABAN BUMIAYU

2021



PENDAHULUAN

Wilayah negara kesatuan republik indonesia adalah salah satu unsur negara yang merupakan satu kesatuan wilayah daratan, perairan pedaolaman , perairan kepulauan dan laut teritorial beserta dasar laut dan taah didalamnya, serta ruang udara di atasnya, termasuk seluruh sumber kekayaan yang ada didalamnya. 

Kalimantan adalah sebuah wilayah di pulau kalimantan dibawah administrasi negara kesatuan republik indonesia. Wilayah kalimantan berbatasan dengan sabah dan sarawak di bagian utara, sedangkan dibagian barat berbatasan dengan selat karimata, di bagian selatan berbatasan dengan laut jawa, dan di seebelah timur berbatasan dengan selat makasar an sulawesi. Sebelum pemekaran pada tahun 1957 wilayah ini merupakan sebuah wilayah administrasif/provinsi yang beribu kota di banjarmasin.

Sarawak merupakan salah satu dari dua negara bagian dalam malaysia di pulau borneo, bersama dengan sabah. sarawak terletak di wilayah barat daya pulau borneo, dan merupakan negara bagian dengan wilayah terluas di malaysia (hampir seluas pulau jawa). Kota kuching yang ibukota dari sarawak, merupakan kota dengan penduduk terpadat di sarawak. Selain kuching kota-kota besar lain di sarawak adalah miri,sibau dan bintulu.










PEMBAHASAN

Terdapat dua lintas perbatasan darat antara indonesia dan malaysia, yaitu antara tedebu  di sarawak (malaysia) dan entikong di kalimantan barat,serta antara lundu-biawak dan aruk-sambas. Jalur perlintasan membentang di sepanjang rute antar kuching, ibukota di sarawak, dan pontianak, ibukota di kalimantan barat. Batas daratan bagian utara indonesia ada di provinsi kalimantan barat,kalimantan timur, dan kalimantan utara. Batas negara di kalimantan barat terletak di kabupaten sambas, bengkayang,sunggau,sintang, dan kapuas hulu pada provinsi  kalimantan barat, seperti dikutip dari buku pengantar sosial ekonomi dan budaya perbatasan oleh  Adi sutrisno(2021).

Pembahasan ini brtujuan untuk mengetahui seberapa jauh interaksi masyarakat di kawasan perbatasan terhadap aspek sosial, ekonimi dan fisik spasial serta mengungkapkan konsep-konsep apa saja yang melatarbelakanginya. Desa long nawang merupakan salah satu desa  yang berada di kawasan kayan hulu kabupaten malinalu yang berbatasan langsung dengan wilayah sarawak. Adanya hubungan kerabat antara negara. Seperti masyarakat desa sungai busang dan desa long jawe di sarawak, mereka asal mulanya merupakan migrasi orang-orang dari salah satu desa di kecamatan kayan hulu. Dahulu waktu mereka migrasi ke wilayah sarawak dilandasi oleh faktor kesulitan ekonomi  serta  tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Dengan adanya keakraban ini, maka saling kunjung mengunjungi antara kedua masyarakat  wilayah ini semakin hari semakin meningkat pula. Keterhubungan sosial antara dua wilayah di kawasan perbatasan merupakan salah satu faktor penentu kemajuan pembangunan wilayah perbatasan sebagai ikawasan pertumbuhan baru, karena dengan adanya keterpaduan sosial faktor-faktor yang akan menimbulkan konflif dapat dikurangi.

Salah satu faktor penting untuk mengakomodasikan perbedaan-perbedaan etis adalah keberadaan ruang publik dimana perbedaan antaretnis mendapatkan pengikisan dalam proses pembauran. Dalam satu ruang publik tertentu, berbagai etnis belajar berkomunikasi dengan cara tertentu agar lebih dapat diterima. Pada sisi lain, setiap etnis pun mesti belajar untuk menerima perbedaan-perbedaan yang diterima oleh kelompok lain”(Abdullah, 2007:87). Dismping hubungan antaretnis, dominasi agama tertentu pun di wilayah tertentu ‘mematikan’ keberagamaan hak beribadah dan berekspresi setiap warga negara. Lebih lanjut, Fredik  Barth (1969:14) ketika membahas tentang batas keberagamaan etnisita indonesia secara umum dapat dilakuka antara etnisitas budaya (ethnicity culture) edan etnisitas politik (political ethicity).

Adapun perbedan paling mencolok tentang komunikasi di wilayah sarawak dan kalimantan. Secara umum, dialek ini memiliki kesamaan dengan melayu semenjanung malaysia dan bahasa melayu sarawak. Meski demikian, bahasa melayu pontianak dapat dipengaruhi oleh kosa kata bahasa dayak karena interaksi penduduk bersama suku dayak. Adapun suku dayak yang berpengaruh adalah rumpun klemantan yang juga memiliki kesamaan pada beberapa kosa kata dengan bahasa melayu yang dituturkan di sambar,kayong,dan katapang. Bahasa melayu pontianak memiliki beberapa perbedaan fonetik. Misalnya, huruf ‘r’ diucapkan seperti  R sangau atau voiced velar fricative 0. Selain itu ada penambahan partikel ‘bah’ yang berfungsi sebagai penegas suatu kata. Partikel ini sebenarnya digunakan secara umum dalam logat bahasa melayu di kalimantan utara, termasuk sarawak. Bahasa melayu pontianak cenderung universal, mereka tidak memiliki startifikasi seperti halnya bahasa jawa. Namun dalam berkomunikasi penekanan ada di nada dan intonasi.  


PENUTUP

Banyaknya keberagaman agama dan suku menghadirkan bermacam kebudayaan yang menjadi nilai seni di kalimantan barat. Dan itu bukan menjadi persoalan atau gesekan-gesekan yang menghadiran ketidak rukunan, malah sebaliknya. Ciri khas inilah yang menjadikan warna warni di kalimantan barat suku di kalimantan barat dianggap sebagai sebuah seni, karena masing-maing suku mempunyai kebudayaan-kebudayaan yang berbeda. Perbedaan ini bukan jadi masalah bagi masyarakat, tetapi menjadi pemersatu untuk mewujudkan keharmonisan di kalimantan barat.



DAFTAR PUSTAKA

‘’buku pengantar sosial ekonomi dan budaya perbatasan’’   Adi sutrisno(2021).

‘’setiap etnis pun mesti belajar untuk menerima perbedaan-perbedaan yang diterima oleh  kelompok lain” (Abdullah, 2007:87).

’’ ketika membahas tentang batas keberagamaan etnisitas’’ Fredik  Barth (1969:14)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Studi Ekskursi Dita Prayoga

Revisian Media Ini Bumiayu